NU Jatim: Terorisme dan Radikalisme itu Bukan Tiba-Tiba

Surabaya – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menegaskan bahwa terorisme, radikalisme, dan berbagai bentuk kekerasan di Indonesia, termasuk tawuran pelajar, itu bukan hal yang ada secara tiba-tiba, melainkan hal itu menjadi bagian dari invasi ekonomi dan kultural dengan “kemasan” globalisasi.

“Ada pengakuan menarik dari seorang pelaku terorisme di Solo kepada keluarganya bahwa dia dibayar Rp5 juta untuk menjadi intelijen teroris di Lamongan, Surabaya, dan Madura. Jadi, terorisme itu bukan tiba-tiba, tapi ada yang membayar untuk target ekonomi dan kultural,” kata Wakil Sekretaris PWNU Jatim H Nur Hidayat di Surabaya, Minggu. Baca lebih lanjut

Halaqah Maslahah Ammah: Babak Baru Politik NU

miskinA politician thinks of the next election;
a statesman of the next generation
(James Clarke, US Politician, 1854-1916)

Artikulasi politik kebangsaan dan kerakyatan Nahdlatul Ulama memasuki babak baru. Setelah ketegangan yang sempat menyertai proses pra-pencalonan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Jawa Timur berlalu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar Halaqah Maslahah Âmmah (HMA) di Asrama Haji Sukolilo, Sabtu (21/6) ini. Baca lebih lanjut

MLT Conference 2009: Satu Vas dengan Ratusan Bunga

Hidayat-FeisalPertengahan Januari lalu, Nur Hidayat, sekretaris Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak dan salah satu Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur mendapat kesempatan menghadiri Muslim Leaders of Tomorrow (MLT) Conference di Doha Qatar. Seperti apakah konferensi yang digelar pada 17-19 Januari 2008 tersebut? Berikut penuturannya kepada AULA. Baca lebih lanjut